قُلۡ اُوۡحِىَ اِلَىَّ اَنَّهُ اسۡتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الۡجِنِّ فَقَالُوۡۤا اِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡاٰنًا عَجَبًا ۙ ١
يَّهۡدِىۡۤ اِلَى الرُّشۡدِ فَاٰمَنَّا بِهٖ ؕ وَلَنۡ نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَاۤ اَحَدًا ۙ
Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Alquran), (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami.
( Q.S Al Jin : 1-2 )
Sudahkah saya menemukan hal yang sangat menarik dalam Al-Qur’an?” Pertanyaan seperti ini penting untuk selalu kita tanyakan pada diri kita, supaya dapat menjadi sumber motivasi besar dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Interaksi dengan Al-Qur’an vang sekedar kebetulan atau ikut-ikutan, maka motivasinya akan mudah melemah dan akhirnya tidak istiqamah. Dalam surat Ar Rahman, Al-Ahqaf dan Al-Jin, Al – Qur’an mengabadikan ketertarikan dan kekaguman makhluk jin pada Al-Qur’an.
Sesungguhnya surat di atas mengingatkan dan mempertanyakan diri kita sebagai marnusia, apakah kita sudah atau belum memiliki ketertarikan dengan Al-Qur’an!
Sedangkan jin dan orang-orang kafir pada zaman Rasulullah saja sangat tertarik dengan Al-Qur’an. Sebagian orang kafir itu masuk Islam setelah merasa kagum dengan Al-Qur’an, seperti Umar bin Khattab, Zubair bin Mut’im dan Tufail bin Amr Ad Dausi. Namun ada juga yang hanya tertarik saja, tapi menolak untuk masuk Islam seperti Utbah bin Rabi’ah atau Al-Walid bin Al-Mughirah.
lbrah (pelajaran) yang dapat diambil dari ayat di atas adalah ada beberapa kiat agar kita dapat merasakan kekaguman terhadap Al-Qur’an:
- Harus sering mendengar Al-Qur’an, khususnya mendengarkan Al-Qur’an saat shalat, baik shalat wajib ataupun sunnah. Selama kita belum siap untuk mendengarkan Al-Qur’an dengan ayat-ayat yang panjang, atau sudah alergi duluan bila imam shalat membaca ayat Al-Qur’an yang lebih panjang, maka sulit bagi diri kita untuk menemukan hal yang menarik dari Al-Qur’an. Mendengarkan Al-Qur’an di luar shalat juga amat dianjurkan, baik mendengarkan bacaan langsung atau dari rekaman tilawah berbagai qari.
- Interaksi intensif dengan Al-qur’an, baik itensif tilawah, tahfidz, tadabbur dan mengkaji tafsirnya. Mereka yang bersama Al-Qur’an setahun sekali atau sepekan sekali bahkan sebulan sekali, akan sulit menemukan sesuatu yang mengagumkan dari Al-Qur’an.
- Memperbaiki dan meningkatkan hubungan dengan Allah . Baik dalam bentuk sikap, keyakinan dan pemikiran positif tentang Allah . Bagaimana mungkin kita dapat merasakan hebatnya kalam Allah , jika kita masih bermasalah dengan Allah , tidak bertauhid apa lagi menuduh Allah SWT dengan punya istri dan anak? Inilah yang dinyatakan oleh jin: “Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami”. Jangan sampai kita belunm dapat merasakan atau menemukan kekaguman terhadap Al-Qur’an padahal kita sudah mengimaninya bertahun-tahun. Sehingga terkesan tidak ada bedanya antara AI-Qur’an dan kitab lainnya.
Sumber tulisan : Ya Allah jdikanlah kami Ahlul Qur’an ( Ust. Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc.
