Kebaikan akan Menghapus Keburukan

kebakan akan menghapus keburukan

Manusia pasti akan berbuat dosa atau salah, maka Allah SWT membuka pintu tobat bagi siapa saja yang mau bertobat karena Allah Maha Pengampun. Dijelaskan juga dalam Alquran dan hadits bahwa amal kebaikan akan menghapus catatan keburukan atau dosa dalam catatan amal manusia yang akan diberikan di akhirat nanti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ

Dirikanlah sholat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Quran Surat Hud Ayat 114).

Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahu’anhu, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya, Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik
(HR. Ahmad 21354, dan  Tirmidzi 1987).

Mari bersama kita kaji kandungan hadis di atas. Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik, antara lain adalah.

Wasiat adalah pesan terakhir seseorang yang sangat penting dan berharga. Wasiat taqwa ini adalah wasiat dari Allah untuk hamba-Nya dari yang paling awal hingga akhir, ini juga merupakan wasiat para Rasul kepada kaumnya, mereka berkata: “Sembahlah Allah saja dan bertaqwalah kepada-Nya”.

Allah Ta’ala membahas masalah taqwa dalam firman-Nya (QS. Al Baqarah: 177).

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 177).

Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suatu ketika aku berkata kepada baginda Rasulullah SAW, ‘Ya Rasulullah, nasihatilah aku’.” 

Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kepada Allah SWT. Apabila kamu melakukan keburukan, bersegeralah melakukan kebaikan, agar menjadi pengimbang dan keburukan itu akan terhapus.” 

“Lalu aku (Abu Dzar) bertanya, “Apakah mengucapkan dan mewiridkan Laa ilaaha illallah termasuk kebaikan?” Rasulullah SAW menjawab, “ltu adalah kebaikan yang paling utama.”

Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa baginda Rasulullah SAW bersabda, “Siapapun yang sibuk membaca Laa ilaaha illallah pada siang atau malam hari, maka akan dihapuskan dosa-dosa dari catatan amalnya.”.

llah SWT amat menyukai hamba-Nya yang bertobat. Tobat nasuha berarti upaya meninggalkan perbuatan dosa dan diiringi keinginan kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
Dalam surat At Tahrim ayat 8, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ
لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *