TAFSIR SURAT AL-BURUJ

Setelah itu disebutkan beberapa sifat Allah Ta’ala pada ayat 14, dan tiap-tiap sifat bermaksudkan suatu urusan Pada ayat 15-16 disebutkan bahwa Allah Maha Pengampun terhadap orang-orang yang bertobat dari dosa-dosa betapapun besar dan buruknya dosa itu. Maha Pengasih kepada hamba hamba-Nya yang lebih mengutamakan keridhaan-Nya daripada segala sesuatu. Penyebutan kasih sayang ini di sini merupakan salep untuk mengobati luka-luka itu.

Itulah beberapa isyarat global dari pancaran surah ini dan medannya yang lapang dan jauh. Demikianlah pengantar dari pemaparan pancaran-pancaran surah ini. Adapun pemaparannya secara rinci adalah sebagai berikut.

Ini adalah sifat yang menggambarkan perlindungan, kekuasaan, dan kehendak yang mutlak. Semuanya mempunyai hubungan dengan peristiwa itu. Di samping itu, dipancarkan cahaya secara mutlak di balik itu dengan jangkauannya yang amat jauh. Kemudian pada ayat 17-18 diisyaratkan sepintas kilas terhadap masa-masa lampau, yaitu disiksanya para penguasa tiran, padahal mereka bersenjatakan lengkap.

Keduanya merupakan dua macam peninggalan sejarah yang berbeda karakter dan dampaknya. Di belakang itu, di samping peristiwa Ashhabul Ukhdud, terdapat pancaran pelajaran yang banyak.

Pada bagian akhir surah, ayat 19-20, ditetapkanlah keadaan orang-orang kafir dan peliputan Allah terhadap mereka sedangkan mereka tidak menyadarinya.

Ditetapkanlah hakikat Al-Qur’an, tentang keaslian dan keterpeliharaannya, seperti yang tercantum pada ayat 21-22.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa apa yang ditetapkan Allah itu adalah perkataan yang pasti dan rujukan terakhir dalam semua urusan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *